SELAMAT DATANG DI TEMPAT MENGKAJI KITAB WAROQOT YANG ISINYA MENJELASKAN DASAR-DASAR ILMU USHUL FIQH



silahkan tuliskan suatu kata/kalimat yang mungkin ada di Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

MENERANGKAN MACAM-MACAM MAJAZ

post on: Kamis, Juni 30, 2011
Pada postingan terdahulu diterangkan kalam jika dilihat dri sisi isti'malnya terbagi atas haqiqoh & majaz, dan sudah diterangkan pengertian dari majaz itu sendiri. Kali ini akan di jelaskan macam2 dari majaz itu sendiri, seperti ditulis mushonnif :
والمجاز إما أن يكون بزيادة أو نقصان أو نقل أو استعارة

فالمجاز بالزيادة مثل قوله تعالى ليس كمثله شيئ

فالكاف زائدة وإﻻ فهى بمعنى مثل فيكون له تعالى مثل وهو محال والقصد بهذا الكلام نفيه

والمجاز بالنقصان مثل قوله تعالى واسأل القرية أى أهل القرية

وقرب صدق تعريف المجاز على ما ذكر بأنه أستعمل نفى مثل المثل فى نفى المثل

وسؤال القرية فى سؤال أهلها

والمجاز بالنقل كالغائط فيما يخرج من الإنسان نقل إليه عن حقيقته وهى المكان المطمئن تقضى فيه الحاجة بحيث ﻻ يتبادر منه عرفا إﻻ الخارج

والمجاز بالإستعارة كقوله تعالى جدارا يريد أن ينقض أى يسقط

فشبه ميله إلى السقوط بإرادة السقوط التى هى من صفات الحى دون الجماد

والمجاز المبنى على التشبيه يسمى استعارة

penjelasan:
Macamnya majaz itu banyak sekali, diantaranya :

1. Majaz dgn cra "menambahkan kalimat" yg tdk berarti, namun ada tujuan mengukuhkan, Contohnya :
ليس كمثله شيئ

"tiada sesuatu yg menyerupaiNYA".
Sebenarnya antara kaf dan lafad mislu mempunyai arti yg sama "menyerupai". Oleh karna itu kaf tidak lagi difungsikan maknanya, namun hanya sekedar penguat makna lafad mislu. Dan jika kaf tetap difungsikan, maka akan terjadi kerancuan makna, krn ayat trsbut akan mengandung pengertian "tidak ada sesuatu yng menyamai terhadap sesuatu yg menyamaiNYA". Dengan dmikian, ada sesuatu yg menyamai Allah dan itu mustahil!!!.
2. Mengurangi kalimat, Contohnya: واسأل القرية "bertanyalah pada kampung", aslinya "bertanyalah kpd penduduk kampung", dsini ada pengurangan lafad ahlun yg dibuang. Kemajazannya terletak pda lafad القرية dgn menggunakan makna (penduduk kampung).
Contoh lain: سال النهر (sungai itu mengalir) asalnya : سال ماء النهر (air sungai itu mengalir).
3. Memindahkan dari makna aslinya kpd makna yg berlaku menurut keumuman ('urf). Seperti lafad ghoíth yg aslinya bermakna "tanah rendah untuk buang hajat", lalu dipindahkan maknanya kpd makna "kotoran yg keluar ketika buang hajat".
4. Majaz isti'aroh, yaitu majaz yg didasarkan atas penyerupaan dgn perkara lain. Misalnya:
حضر الأسد فى المسجد
"seorang lelaki pemberani tlah datang didalam masjid". الأسد arti sebenarnya adalah macan, lalu digunakan untuk menunjukkan arti lelaki pemberani, krna diantara keduanya ada keserupaan, yaitu sama2 bersifat pemberani.
Contoh lain :
فوجدا فيها جدارا يريد أن ينقض فأقامة‎
"kemudian keduanya mendapati dlam negri itu DINDING RUMAH YANG INGIN ROBOH, maka khidr menegakkan dinding itu".
Dinding rumah yg MIRING krna akan roboh, seolah-olah mempunyai "keinginan untuk roboh", padahal yang mempunyai keinginan atau kemauan itu hanyalah makhluk hidup, bukan benda mati seperti dinding rumah.

Alhamdulillah, semoga ilmu kita selalu ditambahkan oleh Allah.

Haqiqoh & majaz

post on: Senin, Juni 27, 2011
Pada postingan yang lalu, kalam jika dilihat dari kandungan/isinya terbagi menjadi 8 macam. Kali ini akan di jelaskan kalam dilihat dari penggunaannya/isti'malnya itu terbagi menjadi Haqiqoh & majaz, hal ini sbagaimana di tulis oleh mushonif, yaitu

ومن وجه آخر ينقسم إلى حقيقة ومجاز

فالحقيقة ما بقى فى الإستعمال على موضوعه

وقيل ما أستعمل فيما أصطلح عليه من المخاطبة وإن لم يبق على موضوعه

كالصلاة فى الهيئة المخصوصة فإنه لم يبق على موضوعه اللغوى وهو الدعاء بخير

والدابة لذات الأربع كالحمار فإنه لم يبق على موضوعه وهو كل ما يدب على الأرض

penjelasan:

Pengertian haqiqoh, menurut pendapat pertama adalah :
ما بقى فى الإستعمال على موضوعه اللغوى
"lafad yg masih menetapi makna aslinya menurut lughot ".
Semisal :
Lafad : أسد, dengan menggunakan makna macan.

lafad : الصلاة dgn menggunakan makna : berdoa memohon kebaikan.

lafad : الدابة dgn menggunakan makna binatang yang merayap diatas bumi.

Sedangkan Haqiqoh menurut pendapat kedua adalah :
ما أستعمل فيما أصطلح عليه من المخاطبة وإن لم يبق على موضوعه اللغوى
"lafad yg menggunakan makna menurut istilah suatu golongan, meskipun tdk lg menetapi makna aslinya menurut lughot".

Semisal :
lafad الصلاة ,yg menurut istilah fuqoha diartikan suatu ibadah dgn tata-cara tertentu, yaitu diawali dgn takbirotul ikrom dan diakhiri dgn salam.

lafad الدابة , yg menurut istilah 'Urf (istilah umum) diartikan binatan berkaki empat, seperti sapi kuda keledai unta dan lain sbagainya.

lafad الفاعل , yg menurut istilah nahwiyyin diartikan isim yg dibaca rofa, yg dirofakan oleh fi'il sebelumnya.

Dan lafad2 yang lain sebagainya.

Sedangkan majaz:

والمجاز ما تجوز أى تعدى به عن موضوعه وهذا على المعنى الأول للحقيقة

وعلى الثانى هو ما أستعمل فى غير ما أصطلح عليه من المخاطبة

والحقيقة إما لغوية بأن وضعها أهل اللغة كالأسد للحيوان المفترس

وإما شرعية بأن وضعها الشارع كالصلاة للعبادة المخصوصة

وإما عرفية بأن وضعها أهل العرف كالدابة الأربع كالحمار

وهى لغة لكل ما يدب على الأرض

والخاص كالفاعل للإسم المعروف عند النحاة ‎

وهذا التقسيم ماش على التعريف الثانى للحقيقة دون الأول القاصر على اللغوية

penjelasan :

Majaz menurut pendapat pertama, adalah :
ما تعدى به عن موضوعه اللغوية‎
"lafad yg telah keluar dari makna aslinya yg sebangsa lughot".
Seperti contoh الأسد dgn makna "seorang pemberani" sdgkan makna aslinya adalah macan. Lafad الصلاة dgn makna "ibadah dgn tata-cara tertentu" makna aslinya adalah berdo'a memohon kebaikan. Lafad الدابة dgn makna "binatang berkaki empat" sdangkan makna aslinya adalah binatang yang merayap diatas bumi. Lafad الفاعل dgn makna "isim yg dibaca rofa, yg dirofa'kan fi'il sebelumnya" sdangkan makna aslinya adalah orang yang melakukan sesuatu. Lafad الغائط dgn makna tinja yg keluar saat buang hajat, makna aslinya adalah "tempat buang hajat/toilet".

Sedangkan menurut pendapat kedua, majaz adalah :
ما أستعمل فى غير ما أصطلح عليه من المخاطبة‎
"lafad yg menggunakan makna diluar istilah yg digunakan suatu golongan".
Contohnya "sholat" dgn menggunakan makna (berdoa memohon kebaikan) krn sholat menurut "golongan ahli fiqh" adalah ibadah dgn tata-cara tertentu. Lafad "ad däbbah" dgn makna (binatang yg merayap diatas bumi) krn menurut 'urf 'am, däbbah adalah binatang berkaki empat. Contohnya lagi "al fä'il" dgn makna org yg melakukan sesuatu, krn menurut golongan nahwiyin, fä'il adalah isim yg dibaca rofa', yg dirofakan oleh fi'il sebelumnya.

Dengan demikian, HAQIQOH menurut pendapat kedua, terbagi menjadi tiga macam, yaitu :
1. Haqiqoh Lughowiyah, yaitu lafad yg menggunakan makna menurut "istilahnya para Ahli Lughot"
2. Haqiqoh Syar'iyyah, yaitu lafad yg menggunakan makna menurut "istilahnya para Ahli syara'"
3. Haqiqoh 'Urfiyyah, yaitu lafad yg menggunakan makna menurut "istilahnya para Ahli 'Urf".

Ahli 'urf sendiri terbagi dua kelompok :
1. 'Urf Khosh seperti klompok ahli nahwu, klompok ahli fiqh, klompok ahli manthiq, dan lain sebagainya
2. 'Urf 'Am, yaitu klompok masyarakat dlm lingkup lbh luas, tdk terbatas pada golongan/ kelompok tertentu.

Sekian dahulu, terimakasih telah membacanya.

MENERANGKAN BAGIAN-BAGIAN KALAM

post on: Selasa, Juni 21, 2011
Pada postingan yang lalu telah diterangkan batas minimal sebuah kalam/kalimat, kali ini akan dijelaskan bagian2 kalam atau macam-macam kalimat.
والكلام ينقسم إلى أمر ونهى نحو قم وﻻ تقعد
وخبر نحو جاء زيد
واستخبار وهو الإستفهام نحو هل قام زيد فيقال نعم أو ﻻ
وينقسم أيضا إلى تمن نحو ليت الشباب يعود يوما
وعرض نحو أﻻ تنزل عندنا
وقسم نحو والله لأفعلن كذا
penjelasan :

Kalam/kalimat jika dipandang dari sudut kandungan/isinya, terbagi menjadi :
1. Amar, yaitu :
ما دل على طلب فعل
"kalam yg menunjukkan tuntutan untuk mengerjakan sesuatu/perintah". Seperti : قم= berdirilah! إضرب= pukullah! أنصر= tolonglah!

2. Nahi, yaitu :
ما دل على طلب ترك
"kalam yg menunjukkan tuntutan untuk meninggalkan sesuatu/larangan". Seperti ﻻ تقعد=jgn duduk! ﻻ تأكل=jgn makan!

3. Khobar (berita), yaitu :
ماإحتمل الصدق والكذب لذاته
"kalam yg mengandung kemungkinan benar dan bohong, dngan melihat dzatiahnya". Seperti جاء زيد=zaed datang, berita kedatangan zaid ini mungkin benar dan mungkin bohong.

4. Istikhbar/istifham (pertanyaan), yaitu :
ما دل على طلب حصول صورة الشئ فى الذهن
"kalam yang menunjukkan permintaan untuk menjelaskan sesuatu". Seperti هل قام زيد= apakah zaid berdiri?

5. Tamanni, yaitu :
كلام دال بالوضع على طلب ماﻻ طمع فيه أو ما فيه عسر
"kalam yang diletakkan untk menunjukkan makna menginginkan sesuatu yg tdk bisa diharapkan atau sulit untk didapatkan". Semisal org miskin tak berharta mengatakan :
ليت لى قنطارا من ذهب فأحج منه
"seandainya aku punya emas yang banyak, maka aku bisa naik haji".

Dan contohnya lagi ucapan orang yg sudah tua :
ليت الشباب يعود يوما
"seandainya masa muda itu kembali lagi.....". Dan semua ucapan/kalimat tersebut, tidak bisa diharapkan atau sulit didapatkan/dikabulkan karena kenyataannya tidak mungkin terjadi.

6.'Ardl, yaitu :
كلام مصدر بألآ دال بالوضع على طلب برفق ولين
"kalam yang diawali dgn lafadh الآ yg di ciptakan untuk menunjukkan permintaan secara halus dan santun". Semisal الآ تنزل عندنا = mari singgah ditempatku !

7. Qosam, yaitu:
كلام دال على اليمين
"kalam yang menunjukkan arti sumpah". Semisal والله لأفعلن كذا = demi Allah, sungguh aku akan melakukan demikian...

8. Tahdlidl, yaitu:
كلام مصدر بهلا دال على طلب بحث وإزعاج
"kalam yg diawali dgn lafad هلا yg menunjukkan arti permintaan dgn keras dan disertai teriakan". Semisal هلا أكرمت زيدا = mengapa kamu tdk memuliakan zaid !??!

Mohon maaf atas keterlambatan pengeposan posting, harap di maklumi atas kesibukan di dunia nyata :)

jazakumullah.

Demi kelangsungan blog ini, silahkan untuk meng-klik iklan dibawah ini, gratis!!!!!

PESAN


Entri Populer Minggu ini

Arsip Blog

Total Tayangan Laman

Your browse

Mengenai Saya

Foto saya
tegal, jawa tengah, Indonesia

Pengikut

#top I powered by blogger.com